Artikel

MENAKLUKKAN PAHITNYA BROTOWALI DI FESTIVAL JAMU DAN KULINER 2017

Share this Post:

Jamu yang merupakan warisan tradisi nenek moyang kini semakin giat di lestarikan. Jika dibandingkan obat kimia, obat tradisional yang diracik dari berbagai tumbuh-tumbuhan ini tak memiliki efek samping. Jadi, aman untuk di konsumsi dan pastinya lebih menyehatkan. Berdasarkan hal tersebut, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah giat melestarikannya dengan mengadakan Festival Jamu dan Kuliner yang khusus mengangkat segudang potensi olahan Jamu dan Kuliner Tradisional dari berbagai daerah yang ada di Jawa Tengah.

Jamu yang merupakan warisan tradisi nenek moyang kini semakin giat di lestarikan. Jika dibandingkan obat kimia, obat tradisional yang diracik dari berbagai tumbuh-tumbuhan ini tak memiliki efek samping. Jadi, aman untuk di konsumsi dan pastinya lebih menyehatkan. Berdasarkan hal tersebut, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah giat melestarikannya dengan mengadakan Festival Jamu dan Kuliner yang khusus mengangkat segudang potensi olahan Jamu dan Kuliner Tradisional dari berbagai daerah yang ada di Jawa Tengah.

Yang menarik dari rangkaian festival ini adalah lomba minum brotowalinya. Bagi yang sepuh, mungkin sudah biasa minum jamu pahitan. Namun, lain halnya dengan yang muda-muda. Jangankan brotowali, minum jamu yang biasa saja, seperti kunir asem, cabe puyang, beras kencur, temulawak, godong kates, itu pun sudah sangat langka.

Itulah tantangan sekaligus peluang supaya jamu sebagai salah satu kearifan lokal Jawa Tengah perlu diinovasi dengan sentuhan kekinian. Harapannya pengemasan produk jamu yang ngepop mampu bersaing dengan minuman kemasan modern, sehingga lebih bernilai ekonomis tinggi dan memasyarakat. Yang terpenting adalah jamu akan tetap terus ada di tengah maraknya minuman-minuman atau obat-obatan kimia yang beredar.

Festival Jamu dan Kuliner tahun ini di gelar di Kota Pekalongan yang merupakan satu rangkaian digelarnya Festival Batik Pekalongan 2017. Bertempat di kawasan Budaya Jetayu, selama tiga hari, mulai tanggal 6 hingga 8 Oktober 2017.

Dalam festival ini, 35 Kota Kabupaten di seluruh Jawa Tengah ikut berpartisipasi. Masing-masing perwakilan daerah yang hadir akan berlomba menampilkan produk unggulan jamu dan kulinernya. Festival ini juga menjadi kesempatan emas bagi setiap kabupaten dalam mempromosikan pariwisata, batik, jamu hingga kuliner khasnya.

Rangkaian acara dalam Festival ini antara lain yaitu; Pemilihan Duta Jamu, Pemilihan Stand Jamu Terbaik, Lomba Minum Jamu Brotowali dan Lomba Membuat Kunir asem.

Dalam festival ini pula, pengunjung tidak hanya dapat menikmati jamu dan kuliner dari berbagai daerah yang ada di Jawa tengah. Namun, juga dapat belajar membuat dan mendapatkan pengetahuan lebih jauh tentang jamu. Tak hanya diminum sebagai obat tradisional saja, jamu sekarang ini sudah mulai di olah dengan berbagai varian seperti es krim jamu hingga roti isi jamu.

ROHMAH LUTFIYANA

LINK TERKAIT