Artikel

AKHIR JULI, JAWA TENGAH GELAR BOROBUDUR INTERNATIONAL FESTIVAL 2017

Share this Post:

Borobudur International Festival (BIF) 2017 sudah tinggal hitungan hari. Setelah pertama kali dihelat pada 2003, ini adalah yang keempat kali event tersebut diadakan. Pelaksanaan kedua dan ketiga pada 2009 dan 2013 digelar bertepatan dengan Visit Jawa Tengah.    Borobudur International Festival (BIF) 2017 sudah tinggal hitungan hari. Setelah pertama kali dihelat pada 2003, ini adalah yang keempat kali event tersebut diadakan. Pelaksanaan kedua dan ketiga pada 2009 dan 2013 digelar bertepatan dengan Visit Jawa Tengah.  Belajar dari kesuksesan tiga event BIF sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar BIF 2017 pada 28–30 Juli mendatang bertempat di Lapangan Lumbini, Kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.    Candi Borobudur adalah ikon sekaligus magnet kunjungan wisatawan. Tidak hanya di kawasan  Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar), tetapi juga Jawa Tengah, Indonesia, hingga dunia. Gelaran BIF, sekaligus mendukung pencapaian target 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia tahun 2019.  Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar) Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, mengatakan, BIF merupakan wadah bagi seniman untuk menampilkan kreativitas. Beragam kesenian dari dalam dan luar negeri, pun juga akan menampilkan pertunjukan terbaiknya.  "Meskipun event utama akan berlangsung tepat pada 28-30 Juli 2017 besok, serangkaian acara juga dipersiapkan untuk menyambut BIF 2017,"lanjutnya   Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Prambudi Trajutrisno, mengatakan rangkaian acara BIF akan dimulai sejak 24 Juli 2017 dengan penyelenggaraan event Festival Desa Wisata bertempat di Lapangan drh. Soepardi, Kota Mungkid, tidak jauh dari Candi Borobudur. Festival Desa Wisata akan berlangsung selama 2 hari dengan menampilkan Pameran potensi dan seni pertunjukan Desa Wisata. Sedangkan sarasehan Forum Komunikasi Desa Wisata akan dilaksanakan di Pondok Tingal.   Usai Festival Desa Wisata, Event Bersama yang diikuti 6 Kabupaten / Kota eks – Karesidenan Kedu akan menyemarakkan lapangan drh. Soepardi pada 26 Juli 2017. Keesokan harinya akan diadakan pagelaran Wayang Kulit dengan dalang Ki Manteb Sudarsono. Kepala Bidang Pemasaran, Trenggono, mengatakan pada 28-29 Juli 2017, ada kegiatan Festival Permainan Rakyat dan Festival Tradisi Lisan di Lapangan Pondok Tingal serta Festival Gamelan, Pagelaran Wayang Padat dan Seni Tradisional  di TIC Mandala Wisata.    “Core Events, yaitu Pameran Tourism Trade Investment (TTI) dan Gelar Seni Budaya, diselenggarakan di Lapangan Lumbini, Kompleks Candi Borobudur selama 3 hari mulai 28 Juli 2017. Gelar Seni Budaya akan menampilkan seniman dari dalam (Kabupaten/ Kota Jawa Tengah, Banten, DKI Jakarta dan Jawa Timur) dan luar negeri (India, Jepang, Tiongkok). ” kata Trenggono   Trenggono menambahkan dalam BIF 2017 akan ada Parade dan Deklarasi Masyarakat Adat Nusantara (Matra) pada 28 Juli 2016 pukul 16.00 WIB yang diikuti 32 Ketua Masyarakat Adat Nusantara diantaranya ada dari Kesultanan Singapura, Delegasi Pattani Thailand, Brazil dan Italia. 

LINK TERKAIT