Kisah Sukses

Dari Produk Kripik Pisang Ke Sirup Daun Pisang

Terlahir dari Keluarga yang sederhana dan tinggal di suatu perdesaan yang kaya dengan hasil buminya, Moh Nurul Mofid yang berusia 23 tahun yang tinggal di desa Sambung Kecamatan Undaan Kabupaten kudus ini mencoba merubah cara berfikir pemuda dan masyarakat di daerahnya

Apalagi sejak bulan agustus 2015 dia diberikan kepercayaan oleh pemuda dan pemerintah desanya menjadi ketua karang taruna atau ketua pemuda. Dia selalu menanamkan jiwa kemandirian dan selalu berkarya kepada pemuda-pemuda di desanya, salah satu tokoh yang di idolakannya yaitu Bob Sadino yang mana ada sebuah kalimat yang selalu menjadikan inspirasi untuknya yaitu "Setinggi apapun jabatan anda di perusahaan atau di kantor, status anda tetap seorang karyawan, tetapi Sekecil apaun usaha yang anda miliki, Status anda adalah BOS".

Mayoritas pemuda dan masyarakat di daerahnya yaitu kuli bangunan atau buruh pabrik dan pengangguran. Maka dari itu Mufid Cheppy begitu pemuda masyarakat memanggilny, dia melihat banyak sekali potensi sumber daya alam dan manusia yang bias di manfaatkan atau di kembangkan, salah satunya yaitu pohon pisang. Dan ia berfikir jika pohon pisang ini bias di manfaatkan keseluruhannya akan menjadikannya tambahan sumber manfaat bagi masyarakat. Dan ia memulainya dengan yang paling mudah terlebih dahulu yaitu dari buah pisang di olah menjadi kripik pisang berbagai rasa ada pedas manis, balado, dan original. Ia lalu mencoba memasarkannya ke beberapa teman dekatnya terlebih dahulu, dan banyak kritik dan saran. Ia lantas tidak menyerah begitu saja dia selalu memperbaiki apa yang di rasa kurang dan sampai akhirnya kripik pisang buatannya ini laris manis di pasaran dan banyak permintaan. Disinilah titik mula dimana mufid mulai memberdayakan pemuda dan masyarakat di daerahnya dengan merekrut atau membuat kelompok usaha untuk para pemuda dan ibu rumah tangga untuk membantunya dalam pengolahan buah pisang ini demi untuk memenuhi permintaan pasar dan memberikan lapangan pekerjaan atau usaha baru di desanya.

Tidak sampai disitu mufid juga mencoba membuat olahan yang sangat tak lazim dan yang tidak pernah di bayangkan oleh masyarakat. Dia mencoba mengolah daun pisang menjadi Sirup Daun Pisang. Saat itu di benaknya daun pisang selalu di buat untuk pembungkus lontong sayur, dan jajanan tradisional dan membuat aroma yang khas pada makanan tersebut. Maka dari situlah mufid mulai membuat percobaan membuat daun pisang menjadi sirup. Dengan beberapa percobaan akhirnya ia mendapatkan hasil yang di inginkan yaitu menjadikan daun pisang menjadi sirup dengan di ujikannya ke laboratorium dan hasilnya banyak sekali manfaat yang terkandung dalam sirup daun pisang ini mulai dari mengobati radang tenggorokan, mengatasi mimisan, meredakan batuk dan keputihan. Namun sayangnya produk daun pisang ini sulit untuk di pasarkan karena mungkin terlalu aneh di telinga masyarakat atau pasar tentang produk sirup daun pisang ini, namun meskipun produk ini tak laku di pasar setidaknya bisa di olah dan di konsumsi sendiri oleh masyarakat bahwa daun pisang kaya dengan manfaat, dan mufid mampu merubah cara fikir pemuda dan masyarakat untuk terus berusaha dan berkarya tanpa perlu nunggu gaji bulanan karena menjadi seorang karyawan dan masyarakat di daerahnya mampu membuka peluang kerja sendiri.