Kisah Sukses

the.cottoncandy.id

Mulanya kami mengira PKKP adalah program yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat, namun ternyata PKKP adalah program yang menitikberatkan pada pembentukan kami selaku peserta program menjadi seorang wirausaha. Kesalahpahaman kami justru diperkuat oleh sebagian besar materi yang dipaparkan pada saat pembekalan tentang pemberdayaan pemuda dan hal ihwal mengenai UU Desa. Oleh karena itu, satu bulan setalah perjunan ke desa penempatan masing-masing, tepatnya pada saat evaluasi pertama, kami mengalami kebingungan karena adanya miskonsepsi tersebut, apalagi gagasan bisnis kami sempat ditentang oleh salah satu tim teknis. Namun bukan kami namanya jika menghiraukan apa kata orang, kami yakin dengan gagasan bisnis kami, karena kami yang lebih tahu kondisinya di lapangan.

Bulan pertama penerjunan PKKP di Desa Jatirunggo, didampingi salah satu perangkat desa, kami melakukan survey ke beberapa usaha milik warga. Rupanya, sebagian besar warga bekerja sebagai buruh pabrik, hanya sebagian kecil saja yang memiliki usaha. Dari beberapa usaha yang ada, kami memiliki ketertarikan pada pengrajin kasur dan bantal guling. Sebenarnya, bahan baku untuk membuat kasur dan bantal guling bervariasi, berupa dakron, busa, dan kain perca, yang didapat dari limbah industri. Namun pada akhirnya kami menjatuhkan pilihan pada pengrajin bantal guling dakron, yaitu Mbak Iva.

Dari segi kualitas, bantal guling berbahan dakron lebih empuk dibanding busa dan perca, padat dan tidak mudah kempes, selain itu bisa dicuci dan apabila dijemur bisa mengembang lagi. Kualitas produk bantal guling dakron buatan Mbak Iva relatif sangat baik, sayangnya kualitas kain dan motif kain pada cover bantal guling belum baik, sehingga sasaran produk hanya terbatas untuk kalangan menengah kebawah. Disitulah kami melihat peluang usaha untuk bekerjasama, sehingga dapat meningkatkan nilai jual produk tersebut. Mbak Iva berperan sebagai pembuat bantal guling, sedangkan kami berperan untuk mencari kain dan membuat cover serta memasarkannya (offline dan online). Kemudian produk tersebut kami beri merek dagang "the.cottoncandy.id.".

Menjalankan usaha bagi seorang pemula tidak seindah yang dibayangkan. Beberapa kesalahan teknis maupun non teknis kami lakukan, sedikit meleset dalam perhitungan bisa menimbulkan kerugian. Survey ke berbagai tempat juga kami lakukan untuk mencari kain, sablon, dan penjahit demi mendapatkan kualitas terbaik dengan harga seminimal mungkin. Kami ingin menghasilkan produk kualitas premiun namun dengan harga terjangkau. Semua pengorbanan itu terbayarkan ketika banyak konsumen yang mengapresiasi produk kami. Parameter penilaiannya bukan semata-mata dari banyaknya konsumen yang membeli, tetapi banyaknya kepuasan konsumen terhadap produk kami.

Pada akhirnya kami menyadari, usaha yang diawali dengan keisengan ini rupanya menghasilkan, meskipun laba dari penjualan kami putar lagi sebagai modal usaha. Kami pun semakin semangat untuk berinovasi. Kami mulai merambah untuk memproduksi bantal custom printing dan bantal custom bordir. Konsumen merespon dengan baik produk baru tersebut. Kami mulai mencoba mengikuti pameran dan bazar, hasilnya tidak selamanya memuaskan, tetapi cukup efektif untuk mempromosikan produk kami.

Permasalahan kembali muncul ketika datang rezeki berupa tawaran untuk membuat souvenir dalam jumlah grosir. Sejujurnya modal awal kami selama ini relatif kecil karena merupakan hasil patungan dari sebagian uang saku PKKP yang juga relatif kecil. Sementara konsumen tersebut hanya memberikan DP sebesar 50% dari keseluruhan harga jual. Namun pada akhirnya permasalahan modal untuk memproduksi pesanan souvenir grosir pun terselesaikan, dengan sedikit mengutak-atik keuangan yang ada.

Setiap kali permasalahan datang dan mampu menyelelesaikannya, membuat kami semakin percaya diri dan berani melangkah lebih jauh lagi. Kreatifitas kami pun semakin terasah untuk mensiasati adanya keterbatasan. Prinsip kami, kegagalan itu pasti ada, tetapi jangan sampai merugi terlalu banyak.

Sampai saat ini usaha kami masih jauh dari kata sukses. Fokus utama kami saat ini adalah bagaimana menciptakan sistem pemasaran yang efektif serta membangun link dan jaringan agar usaha ini semakin berkembang. Tentunya hal tersebut harus disertai dengan kekuatan modal yang cukup. Bergabung dalam berbagai macam komunitas pengusaha muda sangat membantu kami. Bukan hanya karena adanya sharing ilmu, pengalaman, tips, dan trik, tetapi lebik karena support mental bagi kami wirausaha pemula.